Yet Another FireDrill at 22
Baru denger kabar kalo besok, Kamis, 22 Desember 2005, mulai pukul 11.30 bakalan ada latihan kebakaran lagi di gedung Bapindo.
Jadi, besok, sebelum jam segitu, cabut aaaah
Baru denger kabar kalo besok, Kamis, 22 Desember 2005, mulai pukul 11.30 bakalan ada latihan kebakaran lagi di gedung Bapindo.
Jadi, besok, sebelum jam segitu, cabut aaaah
Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila ia mengiringi
Demi siang apabila ia menampakkan diri
Demi malam apabila ia menutupi
Demi langit dan seluruh binaannya
Demi bumi dan yang ada di hamparannya
Demi jiwa dan penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kefasikan dan ketakwaan
Beruntunglah bagi yang mensucikannya
Merugilah bagi yang mengotorinya
Republika, Senin, 05 Desember 2005
Kebiasaan merokok orang Indonesia ternyata kelewat parah. Di negeri orang, parahnya mencandu nikotin itu bakal terlihat. Pada hampir seluruh sudut kota Manila, Filipina, tak mudah menemukan perokok sedang menikmati kebiasaan buruknya di jalanan atau tempat-tempat umum. Bahkan di kawasan terkumuh sekalipun. Kalau pun merokok, mereka memilih tempat yang jauh dari keramain.
Untuk urusan larangan merokok di tempat umum, Jakarta layak meniru Manila. Warga setempat sangat tertib dalam hal ini. Bukan hanya petugas saja yang berani menegur orang yang merokok di tempat umum. Masyarakat biasa pun tak segan-segan melakukannya bila menjumpai orang yang merokok sembarangan. Tak heran bila di atas kendaraan angkutan umum, tidak ada orang yang merokok.
Tingkat penghasilan penduduk Manila pun termasuk rendah. Seorang sopir taksi yang bekerja selama 24 jam hanya berpenghasilan 500 peso atau setara Rp 100 ribu per hari. Itu belum termasuk setoran sewa taksi yang besarnya 400 peso.
Tapi, predikat miskin tak melekat pada masalah disiplin dalam menjaga kesehatan. Memang, kalau soal tertib lalu lintas tak beda dengan perilaku orang Indonesia. Bila berada di belakang kemudi juga seradak-seruduk seenaknya. Kesemrawutan jalan dan kemacetan lalu lintas, terutama di pagi dan siang hari menjelang berangkat dan pulang, juga jadi rutinitas.
Horison Plaza adalah salah satu pusat perbelanjaan terlengkap di kawanan Makati, Metro Manila. Letaknya persis di depan stadion Rizal Memorial Park Complex, tempat SEA Games 2005. Tak heran bila atlet asal berbagai kontingen, seusai bertanding, singgah berbelanja di sana.
Selama ini hampir pasti tidak ada orang yang merokok sambil berjalan di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Kalaupun hendak merokok biasanya menuju taman yang dirancang sedemikian rupa untuk istirahat. Di situlah mereka bercandagurau sambil mengepulkan asap rokok. Tak heran bila di sudut-sudut sangat jarang ditulis ‘Dilarang Merokok’ seperti di Indonesia.
Mencari rokok di Manila ternyata sangat sulit, kecuali di supermarket. Warung kaki lima yang menyediakan rokok dan permen ala Indonesia hampir tidak ada sama sekali. Kalaupun ada paling asongan di lampu merah yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari.
Penyelenggaraan SEA Games 2005 di Filipina ternyata membawa pengaruh pada masyarakatnya. Sebelumnya, ‘rambu-rambu’ larangan merokok jarang dijumpai di tempat-tempat umum. Belakangan tulisan ‘no smoking’ bertebaran, termasuk di lapangan atau di tempat yang tak akan menjadi pengap bila asap rokok bertebaran.
Republika merasa sangat malu saat mendengar alasan mereka mengapa memperbanyak papan larangan merokok. Ternyata, langkah itu untuk mengantisipasi kebiasaan merokok orang Indonesia di jalanan dan tempat-tempat umum. ‘’Mengenali orang Indonesia itu mudah. Kalau merokok di jalan pasti dari Indonesia,'’ ujar Jonanthan, seorang petugas panitia SEA Games. Tapi, kebiasaan adalah kebiasaan, sulit untuk diubah. Walau papan larangan merokok sebesar gajah, tetap saja banyak yang mencuri-curi merokok. Maka, meski sering ditegur, tetap saja terus dilanggar. Itulah susahnya, bila kita berkebiasaan membiarkan kebiasaan melanggar.
(lukmanul hakim )
sebuah kritik sosial
Perilaku manusia, baik di rumah, di tempat kerja, di pergaulan, atau ketika berada di tempat umum seperti di jalan, adalah cerminan budaya yang dianutnya. Berikut adalah budaya berkendara orang Indonesia yang dapat kita amati bersama di jalan:
Marka dan garis-garis di jalan adalah karya seni anak jalanan yang suka iseng membuat grafiti. Maka jejakkanlah ban anda di atasnya sebagai tanda bahwa anda seorang pengagum seni sejati
Tanda sudah boleh jalan di persimpangan berlampu merah adalah bunyi klakson dari kendaraan di belakang anda, atau berhentinya kendaraan dari arah lain, atau berjalanya kendaraan yang searah dengan anda. Lampu merah tidak bisa dipercaya karena sering sekali salah. Atau anda seorang buta warna sehingga lebih baik percaya kepada orang lain yang matanya normal untuk melihat dan “memberitahukannya” kepada anda
Zebra cross bukanlah tempat menyeberang, melainkan garis-garis sejajar yang dibuat sebagai panduan anda menghentikan kendaraan diatasnya sembari menunggu lampu merah
Lampu sein harus dinyalakan sebagai tanda bahwa anda TELAH berbelok
Kampas rem harganya sangat mahal dan harus dihemat. Cara paling ekonomis dan paling mudah ketika menemukan rintangan di jalan seperti orang menyeberang, kendaraan berhenti, kendaraan berbelok, orang turun dari kendaraan umum, batu, lobang, dll, adalah dengan sedapat mungkin melakukan manuver tanpa menginjak rem sama sekali
Tidak ada standar bahwa lampu sein harus berwarna kuning, maka tunjukkanlah kreatifitas anda. Gantilah lampu sein anda dengan warna favorit kesukaan, bisa merah, biru, putih, hijau, ungu, atau bahkan hitam kelam. Bahkan menukar lampu sein dengan lampu mundur dan sebaliknya adalah gaya yang sedang “in” untuk ditiru
Kalau pengendara di depan anda masih belum memicingkan matanya berarti anda harus mengganti lampu depan anda dengan yang lebih terang dan lebih tinggi watt-nya. Atau ada kemungkinan sudut lampu anda terlalu rendah, segeralah setel seperlunya
Pria yang bunyi klakson kendaraannya pelan adalah seorang banci, demikian juga yang memencet klaksonnya secara halus. Maka tunjukkan kejantanan anda dengan menggantinya dengan yang bersuara lebih besar, dan tekanlah klakson tersebut keras-keras setiap ada kesempatan
Anda tahu bahwa anda berada dalam jarak teraman dengan kendaraan di depan atau di samping anda ketika anda belum mendengar bunyi tumbukan, atau gesekan
Semua rambu-rambu lalu lintas hanya berlaku untuk pengendara roda empat karena mereka badannya besar dan membahayakan pengendara lain apabila tidak mengindahkan.
Rambu-rambu tersebut hanya berlaku paling lama sampai jam 12 malam
Jalan raya dirancang oleh para ahli yang sangat pandai memperhitungkan dan merencanakan kapasitas dan ruang jarak antar kendaraan. Maka setiap celah, seberapapun kecilnya adalah anugerah yang merupakan hak anda. Bahkan ketika sudah tidak ada celah pun, anda boleh manfaatkan tanah, rumput atau trotoar yang ada di pinggirnya. Sekali lagi, tunjukkan kreatifitas anda dalam menciptakan ruang anda sendiri
Pencolong, pencopet, perampok, koruptor adalah pencuri yang harus dihukum. Namun pengendara yang mengambil hak jalan orang lain di lampu merah bukanlah pencuri, melainkan seorang oportunis yang patut ditiru kepandaian dan kelihaiannya
Ketika berkendara malam hari di jalan dua arah yang sempit dan pas-pasan lebarnya, nyalakanlah lampu jauh anda (dim) TEPAT ketika hendak berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Semakin lama semakin baik untuk keselamatan, agar kendaraan lawan mengetahui keberadaan anda
Manusia Indonesia diberikan berkah berupa kemampuan untuk bertelepati. Maka tidak perlu repot-repot memberi tanda atau sinyal ketika anda hendak bermanuver, toh semua orang sudah mengerti PERSIS maksud anda
Ketika berada di tikungan atau belokan yang siku-siku, ambillah jarak terdekat dengan membuat garis miring yang selurus-lurusnya (bahasa matematikanya: hipotenusa). Orang yang berbelok dengan membuat kurva melengkung adalah orang bodoh yang tidak pernah belajar matematika
Manfaatkan kesempatan yang diberikan oleh pengendara yang sedang mencari kesempatan berbelok pelan-pelan di persimpangan pada lalulintas padat dengan cara mengambil dari tikungan sebelah dalam. Anda pasti aman karena terlindung oleh kendaraannya
Menyalip dari kanan sangat tidak aman dan berbahaya mengingat ada kendaraan dari arah berlawanan. Menyaliplah dari kiri, supaya aman
Alon-alon asal kelakon adalah falsafah yang sangat agung dan perlu dilestarikan, bahkan ketika anda berada di jalur paling kanan
Sebagai orang cerdas yang lihai membaca situasi, jangan pernah berhenti menunggu di jalanan yang sedang padat dan rumit karena bersilang-silangan. Ambil setiap celah yang bisa diambil dan segeralah keluar dari situasi yang menyebalkan tersebut. Jangan beri kesempatan kepada orang-orang sial yang sedang berupaya pelan-pelan mengurai situasi yang kacau itu
Silahkan ditambahkan…
sumber: milis