Seatbelt
Si A: “Kok nggak pake seatbelt?”
Si M: “Nggak ada polisi ini…”
Si A: “Emang kalo nggak ada polisi, kejedot itu nggak sakit?”
Si M: “O iya ya…”
Si M lalu memasang seatbeltnya.
diangkat dari kisah nyata
Si A: “Kok nggak pake seatbelt?”
Si M: “Nggak ada polisi ini…”
Si A: “Emang kalo nggak ada polisi, kejedot itu nggak sakit?”
Si M: “O iya ya…”
Si M lalu memasang seatbeltnya.
diangkat dari kisah nyata
The URI to TrackBack this entry is: http://ivo.blogsome.com/2006/05/05/seatbelt/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
(masuk gang di komplek perumahan)
anak: ma, udah di gang rumah kita. kalo ga pake seatbelt masih bisa ditilang ga?
ibu: coba aja ga pake seatbelt.
supir taksi: duduk di belakang, nggak ngaruh kali, bu.
Comment by henny — May 9, 2006 @ 9:44 am
Tiap hari, dalam perjalanan ke kantor, gue suka denger radio. Kira-kira yang gue denger spt ini:
“Now its time for review preview. You don’t have to fasten your seatbelt. Just sit and relax!”
Kalau gue turutin, bakal ditangkap polisi nggak ya?
Kalau ditangkap, gue bisa nuntut ke stasiun radio tersebut nggak ya?
Comment by henwij — May 10, 2006 @ 2:01 am
aku suka seatbelt. yang melekatkanku dengan tempatku bersandar, dan menahanku supaya nggak tersungkur. tidakkah menyenangkan, memiliki sesuatu untuk menahan dan berpegang. supaya nggak keluar batas?
seatbelt is fun!
Comment by dian ina — May 12, 2006 @ 5:35 am
Skenario semula:
si A takut ditilang.
si B pelit gak mao bayar.
Comment by lu.jipeng — May 12, 2006 @ 6:17 pm