Menutupi kesalahan?
Saya menulis tentang penipuan berkedok undian Carrefour beberapa hari yang lalu. Herannya, akhir pekan lalu, tidak berapa lama setelah saya posting, saya menemukan iklan di koran. Iklan dari Carrefour, yang isinya kira-kira adalah warning kepada khalayak ramai perihal penipuan tsb, di samping ada juga klausul yang menyatakan bahwa semua tatacara undian sudah diterakan di tiap lembar kupon undian. Yang saya tangkap, Carrefour mencoba bilang bahwa kalau ada yang tertipu ya salah sendiri. Plus, bilang bahwa karena Carrefour sudah nulis tatacara undian di belakang tiap lembar, maka Carrefour terhindar dari segala tuntutan hukum.
Satu hal yang GAGAL tertulis di situ. Carrefour tidak ngomong apa-apa soal kenapa penyelenggara undian Carrefour GAGAL menghancurkan kupon undian para peserta, setelah undian berakhir. Apakah perusahaan sekelas Carrefour tidak ada SOP (standar operational procedure) mengenai penghancuran kupon? Ataukah ada SOP tapi GAGAL dilaksanakan? Apakah tidak ada penanggung jawab penghancuran kupon? Ataukah ada, tapi tidak bisa dimintai tanggung jawab? Atau malah tidak ada keinginan bertanggung jawab sama sekali? Sengaja tidak menulis apa-apa mengenai kegagalan ini di iklan di koran tsb? Mungkin sudah tahu bahwa hal ini adalah kesalahan sehingga tidak berani menulis?
Sekali lagi, buat anda yang pengacara atau mengerti hukum, saya bertanya: mungkinkah Carrefour dapat dituntut atau dikenai class-action perihal hal tersebut? Kesempatan buat anda pengacara yang ingin naik daun, coba gali problem ini. Siapa tahu memang ada udang di balik batu. Setidaknya, kasus ini bisa jadi contoh buat perusahaan lain yang akan mengadakan undian untuk tidak mengulangi tindakan ceroboh pengelola undian Carrefour.