Sinetron Hidayah. Semakin ditonton, malah makin nggak dapet hidayah! Yang ada malah penonton dapat ‘tuntunan’ bagaimana caranya mencurangi, menjahati, menipu, nyelingkuhi, mendzalimi orang lain, lalu penonton diajak ‘nyukurin’ kalo si penjahat kena azab.
Nonton orang di-azab kok seneng!
Yang bikin gue kesel adalah kejadian berikut ini. Beberapa waktu yg lalu ada temen yang ibunya meninggal. Saat dimandikan, kebetulan jenazah memuntahkan cairan. Tiba-tiba saja terjadi bisik-bisik ini-itu nuduh ini-itu. Astaga! Mudah sekali orang nuduh yang enggak-enggak. Padahal harusnya hal kayak gitu itu biasa sekali terjadi. Sedikit banyak pasti ada andil dari sinetron² itu pada pola pikir masyarakat.
Selain Hidayah, banyak sinetron yang model begini. Katanya religius, tapi cuma tercebur ke genre “orang jahat matinya diazab”. Sinetron² itu sudah mendidik masyarakat dengan didikan yang menyesatkan.
Mbok ya kalau memang mau bikin sinetron religius itu yg macam “Maha Kasih” (sabtu 19:00) gitu lho. Lebih bersifat tuntunan moral. Atau sinetronnya Mbak Neno Warisman. Lupa judulnya. Itu juga bagus. Nggak kudu ada mati-diazab.