Tidak ikut kelaparan

posted:  17:01:07,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, contemplation

Diambil dari tulisan Rony di milis gajah

saya: gimana kabarnya kawan?
kawan: baik dong, kamu baik juga kan?
saya: alhamdulillah. eh gimana bapak? jadi naik haji kan?
kawan: jadi kok
saya: wah, ikut jadi korban keterlambatan katering dong?
kawan: oh tidak
saya: owh, ONH plus ya?
kawan: enggak kok, ONH biasa
saya: wah beruntung sekali, ibuku ikut kelaparan je. kok bisa beruntung gitu sih?
kawan: iya, bapak meninggal sehari sebelum wukuf
saya:


Buat Cowo

posted:  14:12:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  contemplation


Jawablah dengan jujur dan ikhlas:
(1) Apakah anda ingin berpoligami?
(2) Jika ya, apa alasannya? Ibadah? Nafsu? Lainnya?
(3) Bersediakah anda menikahi janda-janda tua yang sangat membutuhkan nafkah lahir batin?

Jawaban sila komen di bawah ini.
Terimakasih untuk kerepotannya menjawab :)


ANDAI GEMPA ITU TERJADI DI SINI

posted:  29:05:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, contemplation

ANDAI GEMPA ITU TERJADI DI SINI

Andai gempa itu terjadi di sini
di kota kita tercinta ini
mungkin kita saat ini sedang menangis
karena ayah, ibu, suami, istri atau anak kita baru saja mati

Andai gempa itu terjadi di sini
mungkin gedung tempat kerja kita sudah tiada lagi
atau mungkin kita tak lagi melihat rekan kerja di samping kita
saat kita berangkat kerja Senin nanti

Andai gempa itu terjadi di sini
mungkin saat ini kita sedang kebingungan
karena tidak bisa menghubungi sanak saudara kita
juga masih trauma akan ada gempa susulan lagi

Andai gempa itu terjadi di sini
mungkin saat ini kita tidak sedang membaca email
tapi mungkin kita sedang meratapi harta benda kita
atau malah sedang menggali mayat tetangga kita dari dalam reruntuhan

Andai gempa itu terjadi di sini
mungkin kita sudah tidak punya rumah lagi
atau mungkin kita sudah tidak punya tangan atau kaki lagi
atau malah mungkin kita sudah mati

Tapi tidak!
Gempa itu tidak terjadi di sini
di mana kita saat ini berada

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana Bantul rata dengan tanah
di mana lebih dari 3000 jiwa kembali ke rahmatullah
di mana lebih dari 7000 rumah hancur

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana seorang ibu seperti kita
tak henti meratapi kepergian anaknya
saat dia terakhir kali dibawa pergi dengan tandu

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana seorang suami atau istri seperti kita
harus merelakan pasangannya pulang ke hadiratNya
saat kita gagal menggali puing pada waktunya untuk menyelamatkannya

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana seorang pekerja kecil seperti kita
harus melihat rumah yang dibangun dengan susah payah
harus ambruk rata dengan tanah

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana banyak korban tak tertolong karena kehabisan infus
atau kehabisan cadangan darah
atau perban, betadine, alkohol, parasetamol

Gempa itu terjadi di Yogya
di mana para korban belum makan dari Sabtu pagi
karena tidak bisa beli beras, roti, nasi, mie
dan cuma bisa tidur di bawah tenda, atau malah langit

Gempa itu tidak terjadi di sini!
supaya kita, saya dan anda, masih hidup
supaya kita masih punya pendapatan untuk disisihkan
supaya kita masih bisa membantu mereka yang saat ini jadi korban

Gempa itu tidak terjadi di sini
juga sebagai ujian buat kita
yang tidak terkena gempa
sanggupkah kita membantu?

Ulurkan tangan anda untuk membantu
korban gempa Yogya Sabtu 27 Mei 2006

nb: buat yang punya info rekening bantuan
lewat tivi, lewat koran, lewat internet atau lewat manapun,
mohon bantuannya untuk reply, atau comment di bawah.
silakan edit lalu forward ke rekan-rekan anda.
thanks.

MetroTV (PT. Media Televisi Indonesia)
Rek BCA 288-301-5959
Rek Mandiri 101.000.2777.777

Dompet Dhuafa Republika
Rek BNI : 0005302291
Rek Mandiri : 101-0098300997

Dana Kesejahteraan Kompas
Rek BCA (Gajah Mada) 012-300-5772
Rek BNI (Jakarta Kota) 141.32.840
Rek Mandiri (Plaza Mandiri) 07-000-777-88888


wedhus gembel lelaku saji

posted:  20:05:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, readings, contemplation

Kemarin ini Mbah Maridjan menghilang dari rumahnya, diiringi dua orang. Dua hari kemudian kembali dalam keadaan sehat tak kurang suatu apa. Rupanya Mbah Maridjan habis tirakat ke puncak gunung Merapi.

Tidak lama setelah itu, dari dalam rahim Merapi keluar awan panas, yang sering kita sebut sebagai wedhus gembel. Anehnya, awan raksasa tersebut bentuknya menyerupai sepasang telapak tangan (dengan detail lengkap sampai bentuk kukunya segala), yang sedang menengadah ke atas. Di atas telapak tersebut terlihat beberapa benda dengan bermacam bentuk. Sepertinya sepasang tangan tersebut sedang melakukan ritual menghaturkan sesaji ke arah langit.

Adakah dari rekan-rekan yang punya rekaman video berita tivi (Indosiar / TV7) yang merekam kejadian awan panas seperti yang saya tulis di atas?


Seatbelt

posted:  05:05:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, contemplation

Si A: “Kok nggak pake seatbelt?”
Si M: “Nggak ada polisi ini…”
Si A: “Emang kalo nggak ada polisi, kejedot itu nggak sakit?”
Si M: “O iya ya…”

Si M lalu memasang seatbeltnya.

diangkat dari kisah nyata


Bila tiba saatnya

posted:  16:03:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, readings, contemplation

Bila waktu telah memanggil.
Teman sejati hanyalah amal.
Bila waktu telah terhenti.
Teman sejati tinggallah sepi.

(~opick)


Jadilah Ahli Syukur

posted:  13:03:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, readings, contemplation

Jadilah Ahli Syukur dengan selalu mensyukuri apa yang masih kita miliki.

Jangan jadi Ahli Kutuk yang selalu menyesali apa yang tidak kita dapatkan.


Ijazah tetap perlu!

posted:  12:03:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, work, contemplation

Saya punya kenalan, dulu dia udah kerja sebelum lulus kuliah. Dia bilang buat apa ijazah, yang penting kan udah bisa kerja.

Lima tahun kemudian perusahaan tempat dia kerja bangkrut. Abis itu dia susah cari kerja, karena cuma punya ijazah SMA doang. Nyari sini nyari sana, akhirnya dapet kerja juga sih, tapi digaji setara lulusan SMA doang.

Anda nggak pingin kayak gitu kan? Jika memang sudah masuk kuliah, cobalah selesaikan sampai dapat ijazah. Kalau memang nggak merasa mampu di jurusan tsb, segera cari jurusan yang anda rasa mampu selesaikan sampai dengan dapat ijazah.

Mungkin saat kuliah tidak dirasa perlu. Nanti 5-10 tahun lagi baru terasa perlunya.


Hidayah apa!

posted:  03:03:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  daily, entertainment, contemplation

Sinetron Hidayah. Semakin ditonton, malah makin nggak dapet hidayah! Yang ada malah penonton dapat ‘tuntunan’ bagaimana caranya mencurangi, menjahati, menipu, nyelingkuhi, mendzalimi orang lain, lalu penonton diajak ‘nyukurin’ kalo si penjahat kena azab.

Nonton orang di-azab kok seneng!

Yang bikin gue kesel adalah kejadian berikut ini. Beberapa waktu yg lalu ada temen yang ibunya meninggal. Saat dimandikan, kebetulan jenazah memuntahkan cairan. Tiba-tiba saja terjadi bisik-bisik ini-itu nuduh ini-itu. Astaga! Mudah sekali orang nuduh yang enggak-enggak. Padahal harusnya hal kayak gitu itu biasa sekali terjadi. Sedikit banyak pasti ada andil dari sinetron² itu pada pola pikir masyarakat.

Selain Hidayah, banyak sinetron yang model begini. Katanya religius, tapi cuma tercebur ke genre “orang jahat matinya diazab”. Sinetron² itu sudah mendidik masyarakat dengan didikan yang menyesatkan.

Mbok ya kalau memang mau bikin sinetron religius itu yg macam “Maha Kasih” (sabtu 19:00) gitu lho. Lebih bersifat tuntunan moral. Atau sinetronnya Mbak Neno Warisman. Lupa judulnya. Itu juga bagus. Nggak kudu ada mati-diazab.


Demi Masa

posted:  01:03:06,  by:  ivo setyadi,  in categories:  readings, contemplation

“… ingat lima perkara,
sebelum lima perkara:

sehat sebelum sakit,
muda sebelum tua,
kaya sebelum miskin,
lapang sebelum sempit,
hidup sebelum mati”

(~raihan)


Ivo Setyadi

December 2009
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts:

Categories:

Archives:

Search:


Shouts:

Links:

Other:

Meta:


Rank

Blogsome Ad